elkottosay…

historis,edukatif,inspiratif,rekreatif

Penyair Rasulullah SAW,Abdullah bin Rawahah

Penyair Rasulullah

Ibnu Rawahah adalah seorang penulis dan penyair ulung sebelum mau pun sesudah masuk Islam.Untaian syair nya begituAbdullah bin Rawahah kuat dan indah,sejak memeluk Islam dia membaktikan kemampuan bersyairnya untuk kejayaan Islam ,sehinggga Ia sampai dapat julukan Penyair Rasulullah.Rasulullah sangat menyukai syair-syairnya hingga sering menyarankan untuk sering /tekun lagi membuat syair.

Suatu hari,Rasulullah sedang duduk bersama para sahabat dan datang lah Abdullah bin Rawahah,Nabi bertanya kepadanya “Apa yang kau lakukan ketika mengucapkan Syair?”Abdullah bin rawahah menjawab “ku renungkan dulu,baru ku ucapkan”. kemudian Ia mengucapkan Syair “wahai putra Hasyim,sungguh Allah telah melebihkanmu dari seluruh manusia dan memberikan keutamaan,dimana orang lain takkan iri.Dan sungguh aku menaruh firasat baik padamu,suatu firasat yang berbeda dengan pandangan hidup mereka.seandainya engkau bertanya dan meminta mereka untuk memecahkan persoalan,tiadalah mereka hendak menjawab  atau membela.Karena itu  Allah mengukuhkan kebaikan dan ajaran yang engkau bawa,sebagaimana Ia telah mengukuhkan dan memberi pertolongan kepada Musa”

Suatu ketika Abdullah bin Rawahah sangat berduka dengan turun Ayat “Dan para penyair,banyak pengikut mereka orang-orang yang sesat”(QS Asy-syu’ara:224). Namun kedukaan nya terhibur dengan turun nya ayat”Kecuali orang-orang(penyair) yang beriman,beramal saleh,banyak ingat kepada Allah dan menuntut bela sesudah mereka di aniaya”(QS Asy-syu’ara:227)

Abdullah bin Rawahah (wafat 8 H/ 629 M)
Sahabat asal Ansar dari suku Khajraj ini termasuk orang yang memeluk agama Islam dari sejak dini yang merupakan salah seorang pimpinan dalam baiat Akabah. Berliau ini sempat mengikuti perang Badar dan peperangan-peperangan sesudah itu, akhirnya beliau meninggal dalam perang Muktah.

Pada saat perang berkecamuk di Balqa’,Rasulullah SAW tengah berkumpul dengan para sahabat.Tiba-tiba Beliau terdiam,dan air mata menetes di pipinya,Rasulullah memandang para sahabat sambil berkata”Panji perang di pegang oleh Zaid bin Haritsah,ia bertempur bersamanya hingga gugur sebagai syahid.Kemudian di ambil Ja’far bin Abi thalib ia bertempur bersamanya hingga syahid.Kemudian Panji di ambil Abdullah bin Rawahah ia bertempur bersamanya hingga Syahid”.Kemudian dengan mata masih berkaca-kaca dan dengan senyum menyiratkan kerinduan ,ketentraman,kebahagiaan Beliau bersabda”Mereka bertiga di angkatkan ke tempatku di surga”

Pada waktu perang Mu’tah,balatentara Romawi sedemikian besar nya hampir 200 ribu orang.Sementara pasukan Islam sangat sedikit,hingga salah seorang di antaranya berkata”sebaiknya kita minta tambahan pasukan atau kalau di suruh tetap maju kita tetap patuhi”namun Abdullah bin Rawahah berdiri di depan pasukan sambil berkata:”Wahai kawan-kawan,sesungguhnya kita berperang bukan karena bilangan atau jumlah pasukan,tetapi karena kita memerengi mereka karena mempertahan kan agama kita yang dengan memeluknya kita  akan di muliakan Allah,ayo maju..!salah satu pasti akan kita raih:kemenangan atau mati syahid di jalan Allah..”.dengan bersorak sorai pasukan yang kecil jumlah dan besar Imannya itu berkata sungguh.Demi Allah,benar apa yang dikatakan Abdullah bin Rawahah

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*